Kategori

acsic

Links

BUMN usul 5% kredit macet KUR dihapus per tahun

Posted: June 29th, 2009

JAKARTA: Kementerian BUMN mengusulkan penghapusan kredit macet dalam kredit usaha rakyat (KUR) dalam kisaran 4%-5% per tahun mulai tahun depan dan memberi kompensasi kepada bank yang menyalurkan pinjamannya untuk program tersebut.

Meneg BUMN Sofyan A. Djalil menuturkan pihaknya akan mengusulkan rencana itu agar dapat direalisasikan tahun depan.
Selanjutnya »

Krisis Global dan Pemberdayaan Koperasi

Posted: March 22nd, 2009

Oleh Subiakto Tjakrawerdaja

Senin, 16 Maret 2009
Koperasi kembali dibutuhkan dalam upaya meningkatan perekonomian rakyat, terlebih dalam krisis pangan dan krisis energi yang dialami Indonesia kali ini. Sepatutnya pembangunan perekonomian Indonesia dilandasi upaya pemberdayaan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Sebab, hakikatnya koperasi sebagai institusi atau lembaga perekonomian tidak sebatas pada kepentingan-kepentingan ekonomi saja, tetapi juga bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, terutama anggota-anggota koperasi.

Selanjutnya »

Pengusaha Kecil Belum Banyak Manfaatkan KUR

Posted: March 22nd, 2009

By Republika Newsroom
Sabtu, 14 Maret 2009 pukul 04:14:00

YOGYAKARTA — Meskipun pemerintah sudah mengeluarkan peraturan tentang fasilitas penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun sampai kini pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) belum semuanya memanfaatkannya untuk kepentingan menambah modal usaha produktifnya.

“Kondisi seperti itu karena selain kurangnya sosialisasi tentang KUR oleh perbankan sebagai pelaksana program itu dinilai belum maksimal, tidak banyak pelaku UMK yang mengetahui program itu,” kata Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Kecil Mataram (Asperam) Yogyakarta, Budi Sarwono di Yogyakarta, Jumat.
Selanjutnya »

BRI Masih Terbesar dalam Penyaluran KUR

Posted: March 22nd, 2009

JAKARTA (Suara Karya): PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 9,44 Triliun atau 73,35 persen dari pangsa pasar KUR di tanah air. Selanjutnya »

Realisasi KUR Rp 12,45 Triliun

Posted: January 26th, 2009

JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 31 Desember 2008 mencapai Rp 12,45 triliun. Pencapaian ini diakui tidak mencapai target Rp 14,5 triliun. Jumlah debitor yang dilayani 1.656.544 debitor atau rata-rata kredit per debitor Rp 7,52 juta.
Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengakui, tidak tercapainya target tersebut karena terjadi perlambatan penyaluran sejak Oktober–Desember 2008. “Saya belum dapat laporan apa penyebabnya, apakah ada kaitannya dengan krisis atau masalah teknis perbankan,” jelas Menkop, di Jakarta, Rabu (7/1).
Dia mengatakan, kejenuhan perbankan menyalurkan KUR pasti terjadi. Sudah diusulkannya agar perbankan swasta dilibatkan menyalurkan KUR, sehingga UMKM yang dilayani lebih luas. Rendahnya penyaluran KUR dibeberapa bank dipengaruhi fokus bisnis bank terkait. Dia mencontohkan BTN, yang fokus kredit ke sektor propertinya sulit untuk menyalurkan kredit ke sektor pertanian.
Dalam data terlihat beberapa bank penyalur menurunkan realisasi kredit KUR. Pada Bank BNI periode Oktober–November turun 1,23 persen, Bukopin turun 0,32 persen. Periode November–Desember realisasi KUR Bank Bukopin turun 0,56 persen dan Bank Syariah Mandiri turun 1,6 persen.
Suryadharma mengatakan, pada 2009, pemerintah sudah menyiapkan dana penjaminan Rp 2 triliun untuk menjamin kredit senilai Rp 20 triliun. (mis)

sumber : sinar harapan